Mistake 10

781 Kata
Lucas berjalan menuju penthousenya...tempat ternyamannya, dia memang lebih memilih tinggal di sebuah penthouse dari pada sebuah mension seperti sepupunya maxim.. Lucas merebahkan dirinya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi sampai suara seseorang mengganggunya "kau sudah mendapatkannya.?" tanya seseorang yang entah sejak kapan berada di dalam penthouse lucas dan duduk di meja bar yang tidak jauh dari tempat lucas berada... "kanapa kau selalu se enaknya masuk kedalam penthouse ku" lucas mengabaikan pertanyaannya "karena kau selalu mengabaikanku.,?"jawabnya "kau tidak usah terus terusan menerorku, aku akan mengabarimu jika aku mendapatkan sesuatu, so stop bothering me...!!" ucap lucas mulai kesal dengan wanita itu "aku hanya tidak sabar membalaskan rasa sakitku" jawabnya "apa hanya rasa sakitmu...aku pun sama merasakan rasa sakit itu, jadi bersabarlah, kita akan mendapatkan balasan untuk mengobati rasa sakit ini"jawab lucas kemudian beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamarnya mengabaikan wanita yang sedari tadi terus menatapnya "aku harap akan secepatnya luce...karena aku tidak tahan melihat mereka bahagia dibatas penderitaanku" gumamnya... *** "vely kau dari mana saja.,?" tanya lucie saat memasuki kamar asramanya dan mendapatkan vely tengah berbaring menatap laptopnya "aku tidak kemana mana aku disini"jawab vely "tadi, tadi sebelum kau disini, aku yakin kau baru saja datang karena aku baru meninggalkan kamar ini setengah jam yang lalu dan kau belum berada disini..."jelas lucie.. "oh aku tadi pergi ke elite..." "Elite.."guman lucie sedikit berfikir "Elite model paris"ucap lucie sambil membulatkan matanya "ya aku kesana lu, sorry tidak mengabarimu..aku kira kau akan pulang kerumah mu mengingat ini akhir pekan" "its okey aku hanya merasa kesepian tadinya aku ingin mengajakmu berjalan jalan kepasar tradisional seperti janjiku..."jawab lucie "ah maafkan aku, aku tidak tau rencanamu lu" ucap vely "lupakan, sekarang kau ceritakan bagaimana kau bisa kesana"tanya lucie penasaran seperti biasanya... "coba tebak..,?"ucap vely jahil "iisshhh aku tidak ada waktu untuk tebak tebakakkan vel...cepat katakan" ucap lucie sambil menarik bantal hello kity kesayangan vely dan mendekapnya.. "aku........" "yaa...kau kenapa...?" "aku ....." "iishhhhh cepat katakanlah"ucap lucie tidak sabar "akuuuu......tidak akan memberitahumu" jawab vely kemudian tergelak melihat eksfresi teman sekamarnya itu. "aarghhh kau tega sekali vel...aku bisa mati penasara jika kau tidak memberitahuku"gerutu lucie sambil memanyunkan bibirnya membuat vely gemas.. "baiklah baiklah akan aku ceritakan"akhirnya vely menyerah dan memilih menceritakannya pada luci.. "kau seriuss...pemilik elite sendiri yang memintamu masuk agnesinya.,!" ucap lucie sambil membulatkan matanya "ya...aku juga sangat terkejut...bagaimana bisa dia menerimaku tanpa melihat kemampuanku terlebih dahulu"jawab vely.. "apa kau seorang artis atau model di negaramu..,?" tanya lucie penasaran Aarghhh aku melupakan hal satu itu batin vely... Mungkin saja lucas mencarinya di google dan mengetahuiku anak dari seorang alexander..apa mungkin begiu batin vely berfikir keras.. "hellow....kau melamun.,?" ucap lucie sambil mengibaskan tangannya di depan wajah vely "eh kau bertanya apa..?" tanya vely "ku kira dia mengetahui mu jika kau memang seorang model dinegaramu,," ucap lucie "ya aku rasa begitu.," jawab vely "jadi benar kau memang seorang publicfigure dinegaramu vel...wah kau memang banyak kejutan,, jangan bilang kalau kau juga seorang putri raja atau putri konglomerat di negaramu" ucap lucie menebak nebak tapi Damn....itu semua benar... "kau terlalu berlebihan lu.,," jawab vely dengan senyum kakunya. Untuk saat ini vely tidak ingin mengumbar ngumbar tentang statusnya.. *** "vel kau yakin tidak pernah punya masalah dengan jasmine" bisik lucie namun vely hanya bersikap acuh dan memperhatikan dosen yang berada didepan kelas "vel apa kau mendengakanku" bisik lucie kembali "ya aku dengar,"jawaba vely "lihatlah, tatapan yang jasmine berkan padamu jelas jelas bukan tatapan persahabatan, tapi tatapan kebencian vel"bisik lucie Membuat vely menatapnya "lu lebih baik kau perhatikan mr.james sebelum dia menegur kita" vely mengabaikan pertanyaan lucie. . Vely tidak ingin moodnya buruk dengan membicarakan gadis pirang yang duduk beberapa baris di belakangnya Vely memang mengetahui sejak awal kelas jasmine memang sudah memperhatikan dirinya dan kali ini vely mengetahui alasan tatapan benci dari gadis pirang itu... "hei kau, berhenti.,!"perintah seseorang saat vely dan lucie berjalan hendak keluar kelas. Namun vely hanya menolehkan kepalanya Tanpa berniat menatapnya "apa kau tidak mendengarkanku.," ucapnya kembali "lu apa kau mau menemaniku berbelanja.," tanya vely mengabaikan perkataan gadis pirang di belakang mereka. "sudah kubilang lebih baik kau menyetok kebutuhanmu tiap satu bulan sekali jadi tidak harus pergi berbelanja setiap saat vel...ini merepotkan"jelas lucie "sorry aku janji kali ini aku akan membuat stok untuk dua minggu kedpan bagaimana" tawar vely Grapppp "hei b***h berhenti..." ucap jasmine sambil menarik baju vely "jangan pernah menyentuhku.," sinis vely sambil menepis lengan jasmine dan menatap tajam kearahnya "aku peringatkan jangan pernah mendekati apalagi mencoba menggoda lucas, ah aku tau sekarang alasan luce dengan mudahnya Memasukanmunke agensinya dan langsung menjadikanmu brand ambasador...apa kau sudah menjadi one naight stand nya b***h" Plaaaakkkkk Tanpa aba aba vely melayangkan satu tamparan kepipi mulus jasmine membuat orang orang sekitar menatap mereka... "sekali lagi kau berbicara se enaknya tentangku, ku pastikan kau tidak hanya kehilangan lucas tapi Juga pekerjaan yang kau geluti sekarang, jadi jangan pernah meremehkanku, kau itu bagaikan lalat dimataku, aku mudah saja menepukmu kapan saja" ucap vely dengan nada rendah dan tatapan tajam tepat di depan wajah jasmine.. Membuat jasmine tidak berkutik dan membuat tubuhnya membeku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN