Mistake 11

670 Kata
"vely kenalkan ini rolin dan gretta, dia yang akan mengatur semua jadwalmu dan menjadi asiten pribadimu," jelas miss luda kepada vely yang tengah di rias oleh salah satu makeup artis, "hai, aku vely mohon kerja samanya" jawab vely tersenyum ramah pada dua orang di depannya. "oh god aku tidak menyangka kau ternyata benar benar cantik" ucap rolin dengan suara gemulainya memuji kecantikan vely... Vely hanya terkekeh geli mendengarkan lelaki kemayu didepannya "setelah kau jadi ambasador kemarin banyak tawaran berdatangan ingin memakai kau sebagai brand ambasador mereka, dan juga ada jadwal pemotretan lainnya, gretta yang akan mengatur jadwalmu, kau bisa meminta bantuan mereka berdua"jelass miss luda... "baiklah terimakasih miss"jawab vely sambil tersenyum ramah. "gretta, rolin bekerja dengan benar mengerti"ucap miss luda dan dijawab dengan anggukan oleh mereka berdua... "gretta kau sudah bisa mengatur jadwalku dengan jadwal kuliahku hari ini, aku akan memberikan jadwal kuliahku nanti, dan juga aku tidak ingin jadwal kerja ku mengganggu jadwal kuliah ku, jika ada batalkan saja" jelas vely karena memang tidak ingin mengorbankan kuliahnya "baik lah mi...." "vely, panggil aku vely saja" potong vely cepat... "dan rolin apa kau bisa menata rambut.,?" tanya vely "tentu saja, jangan remehkan kemampuan ku, aku bisa segalanya.,"jawab rolin dengan riang "baguslah , kalau begitu...."ucapan vely terpotong saat ponselnya berdering.... Momy❤❤calling.... Oh god aku melupakan masalah yang lebih penting lainnya. Dengan ragu vely mengangkat telpon tata "yes mom"jawab vely "dear momy kira kau memang benar benar melupakan momy setelah pindah ke paris...kau bahkan tidak menghubungi momy sekalipun"kesal tata "I'm so sorry mom, bukannya seperti itu...vely akhir akhir ini sibuk" cicit vely "sibuk karena sudah menjadi model di paris hem"ucap tata "apa momy marah....,?" tanya vely ragu takut jika tata menyuruhnya untuk kembali ke indonesia "siapa bilang mommy marah...mommy bngga padamu...mommy tau alasanmu ingin ke paris...dan sekarang keinginanmu terwujud bukan"ucap tata dengan suara bergetar...vely tahu sekarang mommynya pasti mati matian menahan tangisnya...mommynya memiliki perasaan yang sensitif apalagi menyangkut anak dan suaminya...membuat vely pun ikut terharu dan sekarang matanya sudah berkaca kaca "mahkasih mom..vely menyayangi mommy..."ucap vely sambil menghapus airmata di sudut matnya dan membuat rolin heboh "oh god..vely kau jangan merusak karyaku...lihatlah matamu...jangan mengusapnya"ucap rolin heboh dan kembali mengoleskan beberapa make up di sekitar matanya "siapa itu dear..,?" tanya tata mendengar kegaduhan "dia asisten vely mom.."jawab vely sambil terkekeh mendengar rolin yang masih mengomel "vely, momy merindukanmu...kau harus segera mengosongkan jadwalmu untuk pernihkan kakakmu"ucap tata "ya tuhan...vely melupakannya...vely kira mereka tidak jadi menikah mom"ucap vely sambil terkekeh "iishhh kau ini...momy tidak akan membiarkan itu terjadi...apapun yang terjadi meskipun mommy harus menyeret kakakmu ke depan altar untuk menikah dengan abi..."ucap tata "kasian sekali kaka...vely tidak menyangka mommy akan sangat menyukai abi"ucap vely sedikit heran karena momynya yang sangat menyukai abi...temannya itu entahlah apa alasannya "entahlah...momy hanya yakin abi wanita yang cocok untuk kakakmu yang sediki nakal"ucap tata membuat vely terkekeh... "ya mommy benar..." "vel cepat waktunya pemotretan" teriak luda "mom vely ada pekerjaan sedikit...nanti vely akan menghubungi kembali" ucap vely "ya...jaga kesehatanmu...jangan terlalu memikirkan pekerjaanmu...dan ingat kosongkan jadwalmu seminggu kedepan"ucap tata "ya baiklah mom" "dan satu lagi...setelah pekerjaanmu selelsai nanti hubungi daddy mu., dia akan benar benar menyeretmu kembali ke indonesia jika kau tidak menghubunginya"ucap tata sambil terkekeh di ikuti vely "ya baik lah mom...by mom love you" ucap vely setelah itu langsung mematikan sambungan telponnya... Vely bisa membayangkan wajah merajuk daddynya yang akan terlihat lucu...awalnya tata yang bermasalah dengan kepindahannya tapi setelah vely benar benar sudah berada di paris giliran brian yang dibuat kesal karena vely jarang bisa dihubungi dan jarang sekali menelponnya...bagaimna juga vely adalah putri kecil kesayangan daddynya... Apalagi sekarang brian mengetahui vely sudah menjadi seorang model tanpa melibatkan pendapatnya...vely bisa menebak semarah apa daddynya padanya...brian akan merasa tidak di anggap penting lagi oleh putri keciknya itu... Sorot lampur kamera tengah fokus membidik vely...vely memang sangat berbakat menjadi seorang model...bahkan sang fotografer tidak harus banyak mengatur vely...vely tahu apa yang harus dia lajukan... "bagus vely...kau tidak hanya cantik tapi bakatmu luar biasa...lihatlah hasil foto fotomu"ucap axel mendekat sambil memperlihatkan kameranya pada vely...memperlihatkan hasil jepretannya... "ini juga semua karena campur tangan fotografer yang elite punya....bukan hanya karena diriku" jawab vely sambil tersenyum ramah kearah axel... Tanpa mereka sadari sepasang mata hijau menatap tajam ke arah mereka yang tengah berbincang dengan sesekali tawa menghiasi obrolan mereka
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN