Namun saat vely kembali mengitari aula, vely bertemu dengan tatapan itu, tatapan yang sebelumnya juga pernah dia dapatkan dari orang itu..
Vely menghentikan langkahnya dan melihat sekitarnya jelas sekali dia memang memperhatikanku batin vely.
Apa ada masalah dengan gadis pirang itu batin vely yang sudah tidak memperdulikann tatapan itu lagi, tatapan membunuh Yang dia dapatkan di kelas tempo hari dan sekarang diapun selalu memasang wajah yang sama.
"vely.....!!" teriakan seseorang membuat vely berbalik
"ya miss.." jawab vely
"kau sudah di tunggu, sebaiknya kita cepat....," ucap luda sambil menarik tangan vely.
Di tunggu, siapa yang menungguku batin vely sambil terus mengikuti langkah luda yang entah kemana akan membawaNya..
Tok tok tok
"masuk"
Sahut seseorang saat luda mulai mengetuk pintu hitam yang menJulang di depannya.
Luda dan vely pun masuk keruangan yang sekelilingnya terbuat dari kaca...
"sir, saya membawa vely" ucap luda setelah sampai di depan meja besar...
Vely yakin di adalah pemilik dari agensi model terkenal ini dari papan nama yang ada di meja kerjanya...namun vely hanya bisa mendengar suara orang itu karena dia sedang duduk membelakangi vely dan luda di atas kursi kebesarannya..
"baiklah terimakasih luda, kau bisa pergi..!!"jawab nya dengan suara rendah dan berat
"miss..." cicit vely saat luda akan meninggalkannya seorang diri diruangan ini...ada rasa takut yang menjalar di diri vely
"tenang kau hanya akan di wawancarai...jangan tegang okey, aku pergi..."ucap luda menenangkan..
Vely dengan susah payah menelan ludahnya saat pemilik agensi model iu tak kunjung bersuara dan membiarkan. Vely diam mematung tanpa tau apa yang harus di perbuatnya..
"apa kau gugup..?" akhirnya suara berat itu memecah keheningan...
"eh i iya maksud saya sedikit...," jawab vely gugup
"apa kau senang masuk dalam agensiku ini..,?"tanya nya kembali
"ya tentu saja, siapapun akan merasa senang jika masuk dalam agensi besar seperti elite.."jawab vely
"baguslah jika kau senang, kau bisa tanda tangan kontrak kerja yang ada didepanmu dan membaca beberapa peraturan juga."ucapnya tanpa berniat memutar kursinya untuk berhadapa dengan vely...
Kenapa dia terus membelakangiku batin vely
"tapi sir apakah saya boleh bertanya sesuatu..,?"tanya vely memberanikan diri
"ya tanyakann saja..,?"
"siapa yang sudah merekomendasikan saya masuk agensi anda..,?"tanya vely
"kenapa.? Kau tidak senang di rekomendasikan disini., aku bisa..."
"tidak tidak saya sudah mengatakannya tadi tentu saja saya senang, saya hanya ingin bererimkasih padanya.."potong vely cepat.
Vely bis mendengar dia terkekeh di balik kursi tinggi itu
"kau bisa berterimakasih setelah menandatangani kontrak kerjamu.!!" jawabnya
"ba baiklah" jawab vely kemudian mengambil map didepannya dan mulai membacanya..
"sir saya sudah tandatangani.,!" jawab vely setelah membubuhi tandatangan di atas kertas kontrak itu...
Kursi tinggi itupun langsung berputar menghadap ke arah vely..
Vely membulatkan matanya saat sosok pria didepannya dengan senyum dan sorot mata tajamnya terarah pada vely,manik mata hijau yang tidak asing, rambut keriting yang panjang sebahu yang selalu sedikit berantakan tapi vely selalu menyukainya, pria dengan tato di dadanya, pria yang pernah membawanya ke penthousenya....kenapa dia disini batin vely
"kau.....ke kenapa kau disini..,?" tanya vely spontan.
"why.,kenapa kau terkejut, tentu saja aku disini...ini tempat kerjaku"jawabnya santai
"ta tapi kenapa kau....."ucapan vely menggantung, matanya langsung tertuju pada papan nama di atas meja kerjanya
Lucas.f.maurrer..
Dan langsung menutup mulutnya yang membulat...vely baru menyadari wajah didepannya...pantas saja wajahnya tidak asing, vely pernah beberapa kali melihat wajah itu di majalah terkenal sebagai pemilik agensi model terkenal lucas.f.maurrer.
Vely merutuki dirinya karena baru mengingatnya..
"ada apa denganku..,?" tanya lucas membuat vely kembali tersadar.
Apa yang harus aku lakukan, aarghhh vely kenapa kau terkadang bodoh sekali batin vely yang masih mengutuk dirinya sendiri.
"berhentilah memaki maki dirimu sendiri"ucap lucas membuat vely memicingkan matanya mengingat bahwa pria didepannya selalu saja bisa menebak apa yang ada di otak dan hatinya..
"maaf" cicit vely
"untuk...,?"tanyanya
"apa..,?"tanya vely
"untuk apa kau minta maaf.,?"tanya lucas sambil menopang dagunya memperhatikan vely dengan lebih intens...
"maaf karena tidak mengenali anda sir." ucap vely membuat lucas terkekeh
"its okey, aku memang jarang masuk berita dan majalah, jadi wajahku ini tidak terlalu familiar, aku memakluminya.."jawab lucas
"tidak tidak bukan seperti itu..saya pernah melihat anda disalah satu majalah forbes tapi memang saya sulit mengingat wajah seseorang"kilah vely
"oh ya,?" tanya nya
"ya, emmm jadi siapa orang yang sudah merekomendasikan saya.." tanya vely
"apa kau akan berterimakasih padanya..,?" tany lucas
"tentu saja aku harus berterimakasih.,"jawab vely
"lakukanlah.,!" ucap lucas
"apa..,?"tanya vely
"kau akan berterima kasih bukan, berterimakasihlah.,!"ucap lucas
"ja jadi anda sendiri yang sudah memasukan saya kedalam agensi ini..," tanya vely cepat
"ya tentu saja.." jawab lucas datar
"kenapa..,?"tanya vely
"apakah butuh alasan untukku memasukan seseorang dalam agensi milikku sendiri.,?"tanya lucas
"tidak..maksud saya anda pasti mempunyai setidaknya satu alasan bukan untuk me......"
"aku menyukaimu...."potong lucas cepat
Deg deg
Vely membeku di tempatnya...merasakan debaran jantungnya
"itu satu alasanku,apa perlu alasan lain lagi..,?" sambung lucas...
Vely tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya
Lucas pura pura berfikir mencari alasan apalagi untuk dia berikan kepada vely
"entahlah hanya itu alasan yang ada di otakku untuk memasukanmu ke dalam agensiku"jawabnya.
What alasan bodoh macam apa itu, menyukaiku.,? Menyukai ku dalam hal apa..,? Batin vely tidak mengerti
"apa aku perlu memberi alasan juga kenapa aku menyukaimu.?" tanya lucas dengan senyumnya menatap vely.
Shit kau melupakan jika dia bisa membaca isi hatimu vel batin vely