Mistake 08

821 Kata
Lucas berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan mengitari meja kerjanya, bersandar dan lebih menatap kearah vely. "kulihat kau tidak senang sekarang setelah mengetahui aku yang merekomendasikanmu" ucap lucas "aku hanya, maksudnya saya hanya....." "kau bisa bicara dengan santai denganku, bukankah kita sudah bertemu sebelumnya,"ucap lucas setelah mengetahui vely sedikit bingung harus bicara seperti apa di depannya... Dia yang menyuruh bukan batin vely "aku bukannya tidak senang, tapi alasanmu itu yang membuatku bingung, kau bahkan tidak tahu bukan aku ingin menjadi seorang model atau seorang chef.." jawab vely membuat lucas terkekeh... Apa dia menertawaiku batin vely. "kau tidak mungkin ingin menjadi seorang chef dengan tangan lembutmu itu yang aku yakin tidak pernah sekalipun memegang pisau atau alat dapur "jawab lucas "ka kata siapa, a aku sangat pandai memasak jadi kau jangan meremehkan tanganku ini"jawab vely sambil mengangkat kedua tangannya membuat lucas terkekeh. "oh ya, baiklah lain kali aku harus mencoba karya dari tangan lembutmu itu,,"jawab lucas sambil masih tersenyum renyah. "jadi berikan alasan yang tepat.."ucap vely "aku yakin kau ingin menjadi seorang model dan sangatv berbakat menjadi seorang model."ucap lucas Tebakannmu memang tepat batin vely "kau tidak mungkin datang kemari jika kau tidak berminat menjadi seorang model bukan" sambung lucas Arghhhh itu karena brosur sialan itu batin vely "tepat sekali kau memang berjodoh dengan agensi ini, lagi pula kau sudah menandatangani kontrak di sini, selamat bergabung nona vely" ucap lucas dengan senyum yang selalu menghiasi bibir penuhnya. Vely harus menelan liurnya sendiri saat pria didepannya selalu tersenyum seperti itu ke arahnya... Vely memicingkan matanya dan mendekat ke arah lucas... "aku yakin kau bisa membaca fikiran orang, kau anak indigo bukan.,"selidik vely sambil menatap mata hijau itu dengan intens Sedangkan yang ditatap hanya terkekeh mendengar pernyataan vely "vely...sudah ku bilang aku bukan anak indigo apalagi indihome...fikiranmu sendiri yang mudah di tebak...siapapun bisa menebak isi fikiranmu itu nona"jawab lucas sambil terkekeh Vely terus memperhatikan matanya yang tajam, hidungnya, dan bibirnya yang selalu tersenyum itu jika berada di dekatnya. Baru kali ini vely mendekati seorang pria dan terus saja ingin memperhatikannya, "apa kau mengagumiku" ucap lucas sambil mendekatkan wajahnya ke arah vely suara berat beraroma mint langsung menerpa wajah vely, " ck jangan terlalu percaya diri sir," kilah vely membuang pandangannya karena wajahnya semakin memerah jika berada sangat dekat dengan lucas "tapi aku mengagumimu"ucapnya membuat vely kembali menatapnya mencari kebohongan di dalam mata hijaunya itu.. "maaf, apa urusan kita sudah selelesai, aku ada jadwal kuliah sekarang, jadi apakah aku bisa pergi"ucap vely hendak berbalik menjauh dari lucas namun dengan cepat lucas menarik lengan vely membuat nya berada dalam dekapan lucas saat ini Deg deg deg Jantung vely berdegup kencang saat dirinya dengan sangat dekat berada dalam pelukan pria yang baru dua kali dia temui ini, tapi efek yang diberikan pria dedepannya ini amat sangag luar biasa. "le lepaskan aku.,!"cicit vely sambil berusaha mendorong tubuh lucas namun lucas malah mengeratkan pelukannya pada pinggang vely "look at me vely...!!!"suara beratnya mengintimidasi membuat vely takut dan menurutinya menatap matanya dengan lekat "aku menyukaimu" ucapnya dengan lembut sambil mengelus pipi vely yang vely yakin pasti sudah sangat memerah. "kau bisa mencari kebohongan dari mataku, aku benar benar menyukaimu, entah sejak kapan...mungkin saat pertama kali kita bertemu, aku yakin kau tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama bukan, tapi sekarang aku mengalaminya.,"jelas lucas. Vely sadarlah...kau belum mengenalnya jadi jangan jadi gadis bodoh batin vely. "aku sangat berterimakasih karena kau menyukiku," jawab vely melepaskan tangan lucas yang berada di pipi dan pinggangnya. Kemudian vely mundur menjauh dari lucas...karena alarm bahaya ditubuhnya sudah berbunyi.. Lucas mengerutkan keningnya menatap vely "terimakasih sudah menerimaku di agensi sekelas elite...aku sudah menandatangani kontrak, jadi aku sudah resmi menjadi model di sini raight"ucap vely Dia membahas perkerjaannya dan mengabaikan perasaanku batin lucas tersenyum miring. " ya tentu saja"jawab lucas "jadi kapan aku akan bergabung berlatih di elite.?"tanya vely "luda akan mengurus semuanya, kau bis meminta bantuan apapun padanya.,!"jawab lucas "baiklah, apa wawancara kita sudah selesai, aku harus segera pergi.,?" tanya vely Lucas hanya terkekeh mendengar perkataan vely "aku bahkan belum memulai wawancaranya.,"jawab lucas "aku rasa tidak perlu lagi, aku yakin kau sudah mengetahui semu tentangku sebelum merekomendasikanku raight.,?"ucap vely Gadis pintar batin lucas "ya kau benar"jawab lucas "kalau begiu apa aku bisa pergi sekarang dan menemui miss luda" tanya vely "ya tentu" Setelag itu vely benar benar pergi tanpa sepatah kata apapun pada lucas... Lucas tersenyum miring melihat kepergian vely "ternyata tidak mudah menakklukkannya, baiklah butuh sedikit usaha membuatnya didalam genggamaku"gumam lucas kemudian merogoh ponsel yang ada dibalik jasnya "luda, aku menyerahkan tugas vely kepadamu, urus keperluanya di elite dan terus dampingi dia dan perhatikan setiap tindakannya, aku tidak ingin menerima kesalahan sekecil apapun" ucap lucas kemudian langsung mematikan sambungan telponnya.. *** "hampir saja aku tertipu oleh omong kosongnya itu, aku tau betul pria seperti dia dan kak al...merayu semua wanita yang menarik di mata mereka dan mengencaninya, argghhh lelaki semua sama saja, dad kau memang yang terbaik saat ini" gumam vely sambil terus berjalan... Brakkkkk "apa kau buta, kau tidak bisa berjalan dengan benar atau matamu itu tidak berfungsi lagi" bentak seseorang tepat di depan wajah vely membuat darah vely mendidih seketika.. Kali pertamanya dia dibentak seperti ini. Seorang vely alexander di bentak...tentu saja vely tidak akan tinggal diam bukan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN