Sunyi malam menemani kesendirian Dian di dalam kamar apartemen. Dia bertopang dagu memandang cahaya lampu-lampu gedung dari balik jendela. Sudah sebulan berlalu sejak honeymoon di Bali, tidak ada kabar dari Dimas. Gerak-gerik mereka dibatasi Gilang. Bahkan pesan w******p disadap Gilang. Dia scan barcode aplikasi ke dalam laptopnya. Jadilah Dian seperti burung terperangkap sangkar emas. Ingin sekali rasanya satu hari dia nekad pergi menemui Dimas seperti dulu lagi. Tapi kesempatan itu belum ada. Drreet…..dreeet…..getaran handphone memecah lamunan Dian. Dilihatnya nomor tidak dikenal memanggil. Dian mendiamkan panggilan itu, tidak mungkin panggilan penting malam-malam begini. Jam dinding menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Tapi getar handphone terus memanggilnya. "Hal

