Terik panas menyengat membasahi dahi meneteskan peluh hingga leher. Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dia tiba di Kalimantan sendiri menunggu jemputan. Sesuai rencana, dia akan dijemput driver yang sudah di instruksikan Gilang. Di sisi lain, Dian punya rencana lain sesuai saran Dimas. Dia naik mobil jemputan terlebih dahulu, lalu memintanya berhenti di hotel tempatnya menginap. "Bu, bukanya kita harus ke lokasi sesuai arahan Pak Gilang ?" Ujar Pak supir. "Tapi saya pusing banget butuh istirahat ! Bisa tinggalin saya di hotel ajah nggak ? Ke sananya nanti tunggu kabar dari saya," Dian beralasan. "Bu, harus hari ini kan ? Karena saya besok ada tugas lain," Pak supir terus membujuk. "Aduh maaf saya butuh banget istirahat. Saya nggak bisa kena panas. Kalau ng

