STAY

1341 Kata

Hembusan asap rokok saling beradu tinggi. Di bawah pohon rindang sebuah garden cafe, dua orang laki-laki sedang bicara serius. Mereka adalah Gilang dan Dimas. Secangkir kopi dan sebatang rokok menjadi teman obolan mereka. "Lo sering sebat Bro ?" Dimas menghisap sebatang rokok. "Jarang juga sih, kalau lagi pusing ajah," Gilang membuang abu di atas asbak. "Kayaknya sekarang lo jadi sering pusing !" Sindir Dimas. "Iyalah, bohong ajah kalau gue nggak pusing !" Gilang menatap kosong. "Padahal garasinya udah gue bedain." "Yaa lo gila ajah ! Mereka tuh perempuan punya perasaan, bukan mobil," Dimas mematikan puntung rokok terakhir. "Iya sih, sekarang gue lagi bingung," Gilang merasa frustasi. "Bingung kenapa ?" "Dua hari yang lalu, gue tidur sama Dian. Cuma tidur loh ya, karena ketidur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN