KELUARGA DIMAS

1642 Kata

            Kuncup bunga mawar merah dibasahi titik-titik embun. Kupu-kupu terbang saling mengejar lalu hinggap di atas bunga. Tetes embun bergoyang jatuh ke atas daun di bawahnya. Dua kumbang ikut hinggap mewarnai kebun bunga kecil di depan halaman.              Pemandangan langka yang mulai jarang di kota Jakarta. Dian turun dari mobil, terhipnotis berjalan menghampiri tanaman bunga mawar. Putih wangi melati semerbak harum terhirup, membuat senyum semakin melebar. Dari jarak tak jauh, Dimas memperhatikan senyuman itu. "Cantik juga dia !"  "Kamu mau ?" Tegur Dimas. "Emang boleh dipetik ?"  "Jangan dipetik dong, nggak liat itu ada durinya ! Nanti aku minta mama bawain satu pot buat kamu," Dimas tersenyum. "Yuk, masuk dulu !"              Rumah sederhana, memiliki halaman luas dipenuhi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN