18 Rencana Amel

1037 Kata

Setelah lamanya menangis, kini kedua gadis itu sudah berada di depan rumah Suci. Terlihat langit yang sudah mulai menggelap. "Gue pulang duluan ya Le," ujar Alin setelah melihat taksi online yang ia pesan, kini sudah ada di depannya. Lea mengangguk pelan. "Gue juga bakal di jemput sopir nanti," sahut Lea pelan. Akhirnya Alin pun pergi dengan taksinya. Lea masih diam dengan pandangan yang lurus ke depan, pikirannya masih memikirkan masa depan Suci. Ia masih tidak menyangka jika Suci sudah berbadan dua, di usianya yang terbilang masih sangat muda. "Mau pulang baby?" Pertanyaan tersebut membuat Lea menoleh ke samping. Dan di sana sudah ada Gino, laki-laki yang dua hari ini sempat tidak terlihat lagi oleh Lea dan kini laki-laki itu muncul kembali. "Gue udah hubungin Kevin buat jemput gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN