Pagi harinya, dengan wajah yang begitu pucat Lea masuk ke dalam kelasnya. Tidak jauh beda dengan Alin, wajah gadis itu juga ikut pucat dan terlihat mata yang begitu sembab. Suci benar-benar telah pergi dari mereka untuk selamanya, kematian Suci telah tersebar luas di SMA Rosler. Namun, kehamilan Suci masih hanya di ketahui oleh mereka. "Mau kemana Le? 5 menit lagi masuk," tanya Alin serak. Lea terus berjalan keluar tanpa memperdulikan pertanyaan dari Alin, sedangkan Alin sendiri malas untuk terus bertanya. Lea berjalan dengan pandangan lurus kedepan, tidak ada ekspresi yang ia perlihatkan. Pikirannya kini tertuju pada gadis yang ia yakini menjadi penyebab dari segalanya. "Jelek banget lo, kayak mayat idup," cibir Amel yang ternyata juga berjalan dari arah depannya. Lea tersenyum miri

