Kata-kata Davin menghantam telak Hendrik dan Satrio yang tercengang di tempat ketika mendengar Davin dengan lantangnya dan penuh percaya diri memperkenalkan perempuan muda di sebelahnya sebagai calon istri tanpa berdiskusi dengan mereka terlebih dahulu. Rahang Hendrik langsung mengeras ketika mendengar kata-kata Davin. Namun, demi menjaga wibawanya di depan rekan-rekannya yang lain tentu ia tidak akan mempermasalahkan untuk saat ini karena nanti ia akan mengurusnya dengan Davin di belakang. "Oh, kado apa yang kamu bawa untuk kakek? Kakek yakin kamu pasti akan membelikan kakek kado terbaik." Hendrik berusaha untuk menarik bibirnya membentuk senyuman manis yang justru tampak terlihat menyeramkan di mata Olivia. Perempuan cantik itu menarik jas yang dikenakan oleh Davin, memberi kode pa

