Jurang Nestapa

2041 Kata

Paman Jono mendekati telinga Lara, bahu gadis itu melonjak kaget saat kepalanya dan paman Jono hampir menyatu."Semua harus di bayar mahal. Piring yang kau pecahkan saja itu harganya mahal. Belum lagi makan yang terbuang." Paman Jono menarik tubuhnya dari pendengaran gadis itu. Berbisik di telinga putih mulusnya, malah menambah gairah paman Jono. Belum lagi matanya menelusuri leher jenjang gadis itu. Lelaki itu semakin tidak bisa menahannya dengan baik. Setiap inci tubuh yang ia perhatikan dari gadis itu ibarat piring bening yang belum pecah. Kalau saja piring tadi sudah tak utuh, Lara pun harus bertanggung jawab. Manik Lara mulai terangkat sendu, berkedip-kedip. Mencerna maksud dari perkataan atasannya itu. Lara tahu, kerugian yang telah ia lakukan memang tidaklah sedikit. Makanan yang i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN