Cafe

1046 Kata

Sebagai seorang Ibu, anak adalah kebahagiaan yang tiada tandingannya. Meski memiliki harta sekalipun. Apa lagi sudah sebulan lebih Mama ningsih tidak bertemu Rendra, anak satu-satunya. Wanita paruh baya itu mulai gelisah. Sebab, tidak ada kabar berita apapun mengenai sang anak. Diam-diam Mama Ningsih menyuruh orang untuk mengetahui keberadaan sang anak. Ia ingin mengetahui di mana sang anak saat ini dan keadaannya. Ia berharap putranya itu dalam keadaan sehat, tanpa tergores luka sedikitpun. Nada dering dari benda pipih miliknya berdering nyaring di atas meja bundar kaca yang terletak di teras rumah. Mama Ningsih yang tengah menyiram tanaman, menoleh sejenak ke ponselnya, lalu menaruh penyiram bunga ke tanah, dan bergegas mengambil ponsel tersebut. Melihat nama si pemanggil, mata Mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN