Hari ini, hari pertama kerja bagi Sisil. Tadi pagi pelayan membangunkannya untuk segera bergabung di meja makan. Meski ada tatapan sinis dari Tante Liana, jelas sekali terlihat oleh Sisil bahwa kehadirannya tidak di harapkan di meja makan itu. Namun, Sisil tidak menghiraukan suka atau tidak Tante Liana padanya, selama itu tidak mengganggu dirinya, maka Sisil tidak mempermasalahkan itu. Sisil telah berpakaian seperti pelayan yang lainnya. Tidak ada yang berbeda darinya, semuanya sama dengan pelayan lainnya. Setelah mematri diri di depan cermin toilet sesaat, Sisil keluar dengan baju berwarna merah dan rok putih selutut. Tidak lupa, nama restauran tertulis bagian belakang baju. Langkah kaki Sisil mendekati paman Jono yang berada di ruangannya. Sisil mengetuk pintu, seruan menyuruh masuk te

