Ikhsan menangis karena terharu. Ia masih tak percaya bahwa ia sudah memiliki cucu. Ia sangat berterima kasih pada Tuhan sudah memberinya cucu, tiga sekaligus. "Opa," ucap mereka dengan lirih. Ikhsan senang mendengar panggilan itu. Hatinya merasa hangat ketika Triple E memanggilnya Opa. "Iya, Sayang. Ini Opa." Ikhsan masih juga meneteskan air mata harunya. "Opa jangan nangis." Ella mengusap air mata Ikhsan. "Enggak, Nak. Opa hanya terharu. Opa senang sekali bisa berjumpa kalian lagi." "Kami juga seneng ketemu sama Opa lagi," sahut Erik dan diangguki oleh Ella dan Eza. "Opa beneran kakek kita, „kan?" tanya Eza dengan sedikit takut-takut. Ikhsan pun mengangguk mantap. "Iya, Nak." Mereka kembali berpelukan. Seperti ada sesuatu yang membuncah dalam hatinya. Kehadiran Triple E yan

