Anna terbangun dari tidurnya. Rasa mual dan pusingnya sudah hilang. Anna mendengar suara air dari kamar mandi. Mungkin Farhan sedang ada di dalam sana. Di nakas, ada kalender kecil. Entah mengapa Anna mengambil kalender itu. Ia baru teringat bahwa bulan ini tamu bulanannya belum juga datang. Ia meraba perut datarnya. "Apakah mungkin kamu ada di sana? Jika memang kamu ada disana, Bunda akan senang sekali, Nak," gumam Anna dengan raut wajah yang terlihat ceria. "O iya, besok 'kan ulang tahunnya Mas Farhan," ucap Anna. Ia hampir saja lupa. Suara pintu kamar mandi pun terbuka. Anna meletakkan kembali kalender itu. Farhan melihat Anna sudah terbangun. Ia menghampirinya. "Gimana keadaan kamu, Sayang? Sudah lebih baik?" Anna mengangguk dan tersenyum. "Mas, Anna boleh pulang sekarang?" tan

