"Kenapa bisa terjadi sih! Udah berapa kali Ibu bilang, jangan ceroboh. Untung saja anakmu baik-baik saja," omel Bu Ida yang kini tengah memeluk Anna di ruangannya. Sejak tadi, Bu Ida tak henti menangis. "Maaf, Bu. Anna kurang hati-hati. Anna janji akan lebih berhati-hati lagi." Mereka pun melepaskan pelukannya. "Dasar anak nakal, senang banget kamu buat Ibu khawatir gini." Bu Ida mencubit gemas pipi Anna. Sesekali ia menyeka air matanya. "Maaf, Bu. Anna „kan udah minta maaf." sahut Anna. Ia mengusap air mata Bu Ida di pipi yang sudah mulai keriput itu. "Ibu jangan nangis lagi dong." "Salah kamu, siapa suruh buat Ibu nangis gini. Seneng banget kamu buat onar," canda Bu Ida. Anna hanya menanggapi seadanya karena badannya masih lemah. "Bu, Anna baru bangun kok malah diomelin. K

