"Nanti kalau ada teman Bunda yang masuk ke sini kalian diam aja, ya. Kalian duduk sendiri, jangan duduk di pangkuan Ayah," ucap Anna, ketika mereka masih asik menonton televisi. Farhan mendengus tak suka. "Emang kenapa, Bun?" tanya Erik. "Iya, kenapa emangnya, Bun? Kan kami masih ingin dekat dengan Ayah. Lagi pula Ayah Farhan „kan Ayah kita," sahut Eza. Ella dan Erik mengangguk setuju. "Kata Ayah ini restoran milik Ayah, Bun," ucap Ella. "Bunda kan bekerja di sini, Sayang. Di sini gak ada yang tau kalau Bunda sama kalian itu istri dan anak-anaknya Ayah. Turuti saja ucapan Bunda ya, hanya sebentar." Ella, Eza, dan Erik pun mengangguk patuh. "Kenapa harus begitu?" dengus Farhan, ia merasa tak setuju tentang itu. "Kita sudah membahasnya tadi pagi, Mas. Hanya untuk sementara." Anna t

