Bagian 29

1297 Kata

Masih hari kedua, dan Ovi masih tetap menjalani masa hukumannya. Seperti saat ini, setelah selesai kelas, dia setia menunggu Reon di kantin. Pemuda itu yang memintanya untuk menunggu di sana. Reon sedang memiliki urusan dengan guru pembimbing skripsinya. Ovi menopang dagunya dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya memutar sedotan yang berada di gelas minumannya. Dia nampak bosan, bahkan keadaannya sungguh memprihatinkan. Kiki, teman kampusnya sudah lebih dulu pulang, dan sayangnya dia terjebak dengan hukuman yang Reon berikan. Sekali lagi gadis itu memandang jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Jarum jam menunjukkan hampir pukul satu siang tengah hari. Sial, harusnya dia bisa tidur siang di jam seperti ini. “Tuh muka kayaknya sepet amat,” celetuk sebuah suara mengagetkan ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN