Gadis itu dengan sedikit senyuman yang dipaksakan mencoba menyelesaikan pekerjaannya. Ini adalah hari dirinya efektif bekerja. Tidak banyak yang bisa dia kerjakan mengingat nanti siang dia pun harus ke kampus. Beberapa teman sekantornya yang memang ada seperti dirinya pun bahkan ada yang sudah berada di kampus dan akan masuk kerja di siang hari. “Ovi, tolong kamu salin ini ke excel, ya. Jangan sampai ada yang salah. Kamu teliti berapa jumlah tiap barang yang tertera,” perintah seorang pekerja yang bagian membagikan pekerjaan kepada anak bawahannya. Ovi pun mengangguk mengerti. Dia mulai mengerjakan tugasnya itu. “Beneran, Pi. Asal lo tau, ya, alasan gue pulang juga karena email dari Bang Reon. Dia bilang kalau dia akan segera melangsungkan tunangan sama lo. Jadi, sebagai sahabat lo sekal

