Bagian 26

1149 Kata

Reon terbangun dari tidur siangnya. Ini adalah tidur terbaik selama empat hari ini. Pemuda itu sedikit meregangkan otot tubuhnya. Duduk dan bersandar di papan kasur menatap sang gadis yang bergelung manja di selimut tebal miliknya. Reon menatap jendela kamarnya, hujan sedang turun tampaknya. Pantas saja siang ini terasa dingin, namun mendadak menjadi hangat ketika dia berada di dekat gadis ini. Reon masih setia memandang kekasihnya itu. Dia tahu kalau dirinya tadi sangat keras kepada gadis ini. Sekali lagi Reon merutuki kebodohannya. Entah mengapa dia selalu emosi ketika gadis itu mencoba menjauh darinya. Tentu saja dia emosi, itu wajar bukan? Reon merapikan anak rambut Ovi yang menutupi bebera bagian wajahnya, bermaksud agar tidur gadis itu tidak terganggu. Dilihat dari segi mana pun Re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN