"Katakan! Apa sudah ada kabar tentang Pretty?" Albert menatap tajam ke arah salah satu anak buahnya yang berdiri dengan wajah penuh rasa takut. Suara Albert terdengar berat, menggema di ruangan itu. Anak buahnya menundukkan kepala, lalu menjawab dengan tergesa-gesa. "Tuan, saya menemukan tasnya di tepi jalan besar, dan tidak tahu dia ke mana. Saya perhatikan di sana tidak ada kamera CCTV." Mendengar itu, Julia, dengan raut wajah khawatir, melangkah mendekat. "Albert, apakah dia sudah meninggal?" tanyanya dengan nada cemas, kedua tangannya meremas-remas kain rok yang dikenakannya. "Tidak mungkin!" balas Albert tegas, matanya menyipit, menatap tajam ke arah Julia seakan menolak kemungkinan itu. Namun, Monica, yang duduk dengan santai di sofa dekat jendela, menyeringai dingin. "Jika dia

