Jack menyandarkan tubuhnya ke sofa, mengamati kedua wanita itu tanpa sedikit pun rasa tertarik. "Memangnya apa yang ingin kalian lakukan untuk menemaniku di sini?" tanyanya sambil mengambil gelasnya lagi, meneguk minuman tanpa terburu-buru. Matanya tak pernah lepas dari mereka, seolah menilai. Lucy dan Mimi saling melirik sebelum menjawab bersamaan, senyum mereka masih terpampang meski tampak kaku. "Kami milik Anda malam ini, Tuan. Jadi Anda bisa melakukan apa pun," kata mereka dengan nada rendah namun penuh arti, seakan mencoba membaca reaksi pria di hadapan mereka. Jack mengernyit sedikit. Bibirnya membentuk senyuman tipis yang lebih menyerupai ejekan. Ia meletakkan gelasnya kembali di meja, menatap kedua wanita itu dengan pandangan tajam yang membuat suasana menjadi tidak nyaman. "Kal

