[Selamat siang Bu Halwa?] Aku mengangkat panggilan dari Bu Wida. [Iya Bu siang,] jawabku dengan suara bergetar, kejadian tempo hari di kantornya membuatku canggung. [Pihak dari Pak Rian meminta bertemu di Pengadilan agama Bu,] paparnya. [Untuk apa Bu? bukannya sidang sudah diputuskan. Perceraian kami sudah sah bukan? hanya tinggal menandatangani berkas saja?] tanyaku merasa aneh. [Iya Bu, betul. Dari pihak Pak Rian ingin berbicara baik-baik sebelum semua benar-benar selesai. Bagaimana Bu?] [Ya, baiklah,] jawabku terpaksa. [Saya tunggu satu jam lagi di Pengadilan agama ya Bu.] [Iya baik.] [Terimakasih.] Ada apa lagi dengan laki-laki itu? bukankah kami sudah sering bertemu sebelumnya. Malas sekali. Niat awal siang ini mau memeriksa renovasi cafe, tapi apa boleh buat aku harus pergi

