Dulu Dibuang, Kini Dicintai

1393 Kata

[Selamat siang Bu Halwa?] Aku mengangkat panggilan dari Bu Wida. [Iya Bu siang,] jawabku dengan suara bergetar, kejadian tempo hari di kantornya membuatku canggung. [Pihak dari Pak Rian meminta bertemu di Pengadilan agama Bu,] paparnya. [Untuk apa Bu? bukannya sidang sudah diputuskan. Perceraian kami sudah sah bukan? hanya tinggal menandatangani berkas saja?] tanyaku merasa aneh. [Iya Bu, betul. Dari pihak Pak Rian ingin berbicara baik-baik sebelum semua benar-benar selesai. Bagaimana Bu?] [Ya, baiklah,] jawabku terpaksa. [Saya tunggu satu jam lagi di Pengadilan agama ya Bu.] [Iya baik.] [Terimakasih.] Ada apa lagi dengan laki-laki itu? bukankah kami sudah sering bertemu sebelumnya. Malas sekali. Niat awal siang ini mau memeriksa renovasi cafe, tapi apa boleh buat aku harus pergi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN