"Yeay ... hari ini Mamah pulang," Bian bersorak gembira di depan pintu. Di dorong masuk oleh Radit. Sebenarnya tubuhku sudah pulih sejak hari ke dua di Rumah Sakit, tapi untuk tetap bisa mengontrol kesehatan janin yang ada di dalam kandungan. Radit bersikukuh memintaku untuk berdiam di ruangan pasien ini. "Bagaimana kalau sebelum pulang kita mampir dulu ke Mall, bahan makanan di rumah sudah menipis. Kamu kuat kan, Hal?" tanya Radit. "Aku bilang dari tiga hari yang lalu, aku udah sehat Radit. Kamunya aja yang bersikukuh aku harus tinggal di kamar ini," ujarku sembari memasukkan barang terakhir. "Nggak ada salahnya jaga-jaga, di sini kamu lebih terperhatikan suster dari pada di rumah," tukasnya. Selalu ada saja argumennya yang membuatku hanya bisa diam. "Yeay! Bian bisa beli sesuatu di

