Hari ini, sengaja aku berangkat bareng Mas Rangga. Ingin menenangkan hatiku, dari peristiwa tidak mengenakan semalam. Dua hari pacaran dan putus. Dan sekarang, hanya tinggal mantan. Sungguh, aku merasa seperti anak SMP. Pacaran dua hari. Aku ingin memantapkan hatiku bahwa, Mas Rangga satu-satunya lelaki untukku. Namun, separuh hatiku masih berlabuh ke si dedemit. Si dedemit bahkan tidak memberiku pesan. Ia hanya diam, seolah ya seolah tidak terjadi apa-apa. Bodohnya, aku berharap ia mencegahku. Seperti di film-film. Untung saja, hubungan terlarang ini hanya beberapa hari, membuatku sedikit meminimalisir rasa bersalahku pada Mas Rangga. "Tumben, mau berangkat bareng mas?" Tanya Mas Rangga lembut. Mas Rangga adalah sosok idaman, tidak pernah kasar sama perempuan, tapi kaku, pendiam d

