41 Ending

1183 Kata

Rafli berdiri menatap semua orang, di sampingnya terdapat seorang asisten yang membawakan kopernya. Pemuda itu tersenyum pada Rafka, terlihat jelas raut wajah sedih dari pemuda itu, Rafka saja sampai tak menyangka kalau Rafli benar- benar akan berkuliah di London. "Jangan pernah tinggalin shalat," pesan Ray menatap puteranya. "Jangan boros," ucap Ray lagi dengan kekehan kecil. "Kurangin main game," tambah Azka diangguki Ray. "Abang...." Nesya bersuara lirih merentangkan tangan yang langsung mendapat pelukan hangat dari Rafli, Alana berada di sampingnya dengan wajah menunduk menahan air mata. "Jangan nangis dong," kekeh Rafli mengusap air mata Nesya. "Gimana enggak nangis, kalau mulai besok cuman Nesya yang jadi korban kejahilan Bang Rafka," tunjuk Nesya pada Rafka membuat Salsa yang

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN