Jonathan tiba di bandara negara Eropa ditemani Paul dan beberapa anak buahnya. Pria itu melangkah gagah tanpa adanya keberadaan sang isteri yang selalu menemaninya, ia tak ingin membahayakan semua orang termasuk isterinya. "Silahkan, Tuan." Hormat Paul membukakan pintu mobil untuk Jonathan dimana sudah menunggu seorang lelaki dengan rambut putih sambil memegang cerutu. "Bagaimana kabar mu?" tanya lelaki itu saat mobil sudah tancap gas yang dikemudikan oleh Paul. "Seperti yang kau lihat sekarang," jawab Jonathan berbahasa asing. "Samudera, memang luar biasa, ya?" tanya nya menoleh pada Jonathan. "Sudah lah, berhenti mengganggu kami," ucap Jonathan balas menatap pria itu. Paul meneguk salivanya dengan susah payah tak berani menatap pantuan wajah dua pria itu lewat cermin didepannya. "

