Seorang pemuda masih berada di ruang operasi setelah hampir dua jam. Pemuda itu adalah Rafli Razza Samuel. Semua orang kalut dalam pikiran masing- masing. Sementara itu, Alana berada di ruangan yang lain dan tengah terlelap akibat kelelahan setelah luka goresan di tubuhnya di obati oleh beberapa perawat. Rafka masih terdiam, dengan wajah pucat pasi. Disampingnya terdapat ayah dan ibunya, juga Nesya. "Rafli tertembak," ucap Ray angkat suara beriringan dengan pintu ruang operasi yang terbuka. Dokter lelaki itu melepas penutup mulutnya dengan gelengan kecil hingga membuat air mata Rafka jatuh. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi pasien kekurangan banyak darah saat dalam perjalanan. Peluru yang menembus perutnya mengenai organ sensitif," jelas dokter tersebut. "Enggak mungki

