32

1138 Kata

Rafka mengetuk pintu rumah Alana, setelah tiga hari ia menahan diri untuk tidak menemui gadis itu. Pintu terbuka, terlihatlah Ilham yang sepertinya akan pergi bekerja. "Nak Rafka, silahkan masuk. Lana masih dikamar, enggak mau makan," ucap Ilham iba dengan kondisi puterinya sekarang. "Saya harus tetap masuk kerja, enggak bisa nemanin Lana," ucap Ilham menatap Rafka. "Saya kesini emang mau ketemu Alana, nanti biar saya yang suruh dia makan," balas Rafka tersenyum singkat. Sepeninggal Ilham, Rafka masih diam di sofa ruang tamu hingga pintu kamar Alana terbuka, gadis itu terkejut saat melihatnya. "Lana," panggil Rafka saat Alana mendekat. "Mau makan di luar?" tawar Rafka saat Alana sudah duduk di sampingnya, Alana menggeleng, hanya diam menundukkan wajah. "Besok, masuk sekolah yuk?" aj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN