22

1055 Kata

"Alana," panggil Nathan membuat Alana menoleh sendu. "Maaf, Rafli pasti salah paham," ucap Nathan pada gadis itu. "Kayaknya, nanti aja deh gue cerita soal Mama..." Nathan bangkit dari duduknya mendekati Alana yang masih berada di ambang pintu. "Tenangin diri lo dulu---" "Pergi." Ucap Alana tanpa menatap Nathan. "Pergi! Nathan!" usir Alana mendorong Nathan keluar lalu mengunci pintu. Alana menangis setelah Nathan benar- benar pergi. Tak ingin berlama- lama larut dalam kesedihan, gadis itu pun bergegas bersiap ke sekolah dan berangkat menggunakan taksi. "Lho? Enggak sama Kak Rafli ya?" tanya Salsa yang kebetulan datang bersamaan dengan Alana. "Kak Rafli marah sama aku," ucap Alana lalu menceritakan semuanya pada Salsa. Dua gadis itu duduk di tepi lapangan basket sembari menunggu ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN