bc

Gelas Pecah (hati yang hancur)

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
stepfather
scary
like
intro-logo
Uraian

"Aku mau pulang, aku sudah lelah. Jangan cari aku"

Ucap Rania kepada Bagus, suaminya.

"Aku tidak mengijinkanmu pergi, tolong maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Aku berjanji sayang."

Rayu Bagus begitu lembut kepada istrinya.

"Sedikitpun aku sudah tidak percaya pada ucapanmu"

Balas sang istri murka.

Rania dan Bagus adalah pasangan suami istri yang sudah menjalani pernikahan selama hampir 8 tahun. Sudah banyak likuan terjal yang mereka hadapi. Namun Rania merasa begitu muak akan semua masalah yang ia hadapi tentang kesalahan suaminya yang dilakukan berulang-ulang.

Akankah mereka mampu mempertahankan rumah tangga mereka? Ataukah rumah tangga mereka harus berakhir begitu saja.

Bagaimana cara mereka menyelesaikan kemelut masalah rumah tangga mereka?

"Maafkan aku sayang, aku tahu aku telah membuat mu kecewa berulang kali. Akupun belum bisa membahagiakanmu. Tapi percayalah aku masih sangat menyayangimu. Jangan pernah tinggalkan aku."

Ucap bagus begitu sendu.

chap-preview
Pratinjau gratis
Aku Lelah
"Aku mau pulang, aku sudah lelah dengan semua ini. Jangan cari aku!!!" Begitu ucap Rania kepada Bagus, suaminya. "Aku tidak mengijinkanmu pergi, tolong maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Aku berjanji sayang...." Rayu Bagus begitu lembut kepada istrinya. "Sedikitpun aku sudah tidak percaya pada ucapanmu" Balas sang istri penuh dengan emosi. Wajahnya sudah merah padam. Badannya bergetar hebat, dia menangis terisak sambil memasukkan baju-bajunya kedalam koper miliknya. "Maafkan aku sayang, aku tahu aku telah membuatmu kecewa berulang kali. Akupun belum bisa membahagiakanmu. Tapi percayalah aku masih sangat menyayangimu. Tolong jangan pernah tinggalkan aku." Ucap Bagus begitu sendu. Dia terus membujuk istrinya agar tidak pergi. Meskipun Bagus sudah berusaha keras, apakah Rania akan tetap tinggal? Atau memilih pergi? Bagus dan Rania adalah pasangan suami istri yang sudah menjalani pernikahan selama hampir tujuh tahun. Banyak likuan terjal yang sudah mereka hadapi. Akan tetapi Rania merasa begitu muak dengan satu kesalahan sama yang dilakukan berulang-ulang oleh suaminya ini. Rania benar-benar menyerah. Merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan pernikahannya ini. Dia ingin menyerah, meski jauh didalam lubuk hatinya dia masih sangat menyayangi suaminya, Bagus Adi Ganendra. "Apa dengan kata maafmu bisa menyelesaikan semua masalah ini?" Tanya Rania dengan tatapan nyalangnya. Emosinya terlihat begitu meledak-ledak. Bagus pun terdiam. "Kenapa diam??? Bisakah kata maafmu membuat semua hutangmu lunas? Aku merasa menjadi wanita yang paling bodoh yang terus-menerus kau bohongi. Selama ini aku tidak hanya berdiam diri dirumah, akupun bekerja membantumu mencari uang untuk melunasi hutang-hutangmu. Entahlah mas, sepertinya aku sudah tidak memiliki alasan untuk mempertahankan rumah tangga kita ini. Kepercayaanku padamu sudah hancur, seperti sebuah gelas yang telah kau banting! Hancur menjadi serpihan yang tidak mungkin bisa kembali utuh. Daripada kita saling menyakiti mari kita berpisah saja." Pungkas Rania diakhir keputus asaannya. Raniapun pergi kekamar sebelah, dia mengunci dirinya didalam sana ia menumpahkan semua tangisnya. Bukan Rania tidak ingin pergi dari rumah ini tetapi dia tahu jika seorang istri pergi sendiri tanpa restu dari suaminya adalah sebuah dosa. Meskipun ia pergi kerumah orang tuanya. Dan memilih pergi dari rumah itu bukanlah solusi dari masalahnya. Justru ini akan menambah masalah lagi. Tidak mungkin Rania pulang kerumahnya malam-malam begini apalagi dalam keadaan kacau. Ia tidak mau membuat kedua orangtuanya bersedih. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Rania merasa lelah terlalu lama menangis. Matanya sampai membengkak. Dia memutuskan untuk berwudhu dan sholat malam. Rania menumpahkan segala isi hatinya. Semua sakit hati yang dia rasa, kecewa, marah, sedih semuanya ia adukan kepada sang pencipta-Nya. "Ya Alloh, berikanlah petunjuk bagi hambamu ini. Tambahkanlah kekuatan bagiku untuk menjalani takdirmu. Ikhlaskan hatiku untuk menerima kehendakmu. Mudahkanlah urusan kami... Jika kami masih berjodoh tolong tunjukkan kuasamu, beri kami jalan. Berikan sebuah alasan terkuat untuk kami tetap bersama. Aamiin" Dalam isakan tangis Rania mengamini doanya sendiri. Kini ia merasa lebih lega setelah mengadu kepada sang pencipta. Hingga akhirnya ia tertidur lelap. Dari luar kamar itu Bagus pun mengamini doa istrinya. Bagus merasa sangat sedih melihat istrinya menangis. Bukan Bagus tidak ingin menenangkan istrinya, tetapi karena Bagus lebih faham dengan sifat istrinya itu jadi dia membiarkan Rania menenangkan dirinya sendiri. Bagus duduk sendirian merenungi semua kata-kata istrinya. Dia sangat menyesali apa yang sudah ia lakukan. Andai waktu bisa diputar kembali. Tapi semuanya sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur. Awal mula bencana rumah tangga ini adalah kala beberapa tahun lalu Bagus tertipu oleh temannya sendiri. Bagus diajak untuk berinvestasi kecil-kecilan pada sebuah perusahaan yang menjanjikan hasil yang menggiurkan. Flash back awal terjadinya penipuan yang memicu masalah rumah tangga Bagus dan Rania. "Sayang, mas mau lanjutin bahas pembicaraan kita tadi." Ucap Bagus memulai percakapan. "Oh yang soal investasi itu ya mas?" Balas Rania. "Iya sayang, mas fikir itu lumayan bagus kan untuk penghasilan tambahan kita." "Memangnya kamu punya uang berapa mas buat investasi?" Tanya Rania dengan serius. "Ya sekarang si mas cuma punya uang simpanan sekitar tujuh puluh lima juta dek." Jawab Bagus. "Mas udah beneran yakin? Terus itu ada jaminan kelegalannya gak? Terjamin OJK gak? Kan sekarang banyak tuh modus penipuan berkedok investasi" ucap Rania tampak ragu. "Udah terjamin kok sayang, mas udah cek. Lagian David kan temen aku jadi mana mungkin dia bohong." Jawab Bagus meyakinkan. "Ya aku cuma khawatir aja mas. Lagian kita jangan terlalu percaya sama orang lain. Kadang keluarga sendiri aja belum tentu bisa dipercaya apalagi orang lain." Ucap Rania tetap dengan keraguannya. Sepertinya dia memiliki firasat yang tidak baik. "Kalau adek setuju sih mas mau nyoba dulu sedikit buat investasi, nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Gimana?" "Okee kalau gitu, mas mau inves berapa?" "Lima puluh juta gimana dek?" Jawab sekaligus tanya dari Bagus. "Apa gak kebanyakan mas? Gimana kalau tiga puluh juta aja. Sisanya kita tabung biasa aja siapa tau ada kebutuhan mendadak." "Iya mas ngikut kamu aja sayang." Singkat cerita Bagus sudah menginvestasikan uangnya kepada perusahaan milik David. Setelah berjalan beberapa bulan Bagus sudah bisa menerima hasil dari investasinya itu. Meskipun dengan nominal yang sedikit. Hingga akhirnya David kembali merayu Bagus untuk menambah jumlah investasinya. Tanpa berpikir panjang Bagus pun menambah investasinya sebesar empat puluh juta rupiah. Namun bagus tidak meminta persetujuan terlebih dahulu kepada istrinya. Sampai suatu hari Rania meminta uang kepada Bagus. "Mas tadi budhe Tami telepon, katanya mau pinjem uang buat operasi Sari." "Mau pinjam berapa dek? Emang si Sari sakit apa?" "Sakit usus buntu mas. Mau pinjam tujuh juta. Katanya kalau pakde sudah pulang dari Kalimantan akan langsung diganti." "Duh gimana ya dek, bukannya gak mau minjemin tapi uang tabungannya tinggal lima juta." Jawab Bagus dengan raut wajah kebingungan. "Loh kok lima juta? Bukannya inves cuma sepuluh juta mas? Terus lainnya kemana?" Balas Rania mulai kesal. "Iya maaf mas gak ijin kamu dulu, bulan kemarin mas nambahin inves lagi sepuluh juta. Kan lumayan dek hasilnya jadi nambah lagian kan uang kita tidak berkurang." Begitu penjelasan Bagus. " Tapi seharusnya kan kamu bicarain dulu sama aku mas, apa kamu gak nganggep aku ini istrimu?" Jawab Rania sewot. "Maaf sayang" Dan disinilah awal mula permasalahan terjadi. David semakin gencar merayu Bagus untuk terus menambah investasinya. Hingga akhirnya Bagus memilih berhutang secara online untuk menambah investasinya. Pikir Bagus hasil dari investasinya bisa untuk membayar cicilan pinjolnya. Namun semua tidak semulus yang dibayangkan. Bagus terjebak dalam jeratan pinjol. Hasil investasi yang didapatkan tidak se suai dengan kesepakatan sebelumnya. Bagaimana cara Bagus menghadapi situasi sulit ini?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

HASRAT MERESAHKAN

read
140.5K
bc

MENIKAHI PAPA MANTAN PACARKU

read
6.3K
bc

SEXY DEVIL UNCLE

read
18.3K
bc

Nona-ku Canduku

read
98.4K
bc

Pemuas Hasrat Mantan Suami

read
52.0K
bc

Ayah Tiriku Sugar Daddyku

read
47.5K
bc

Menjadi Istri Tuan Revan

read
108.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook