Pagi hari yang begitu hangat, Ajeng terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan menyadari bahwa pintu dari kamarnya sudah terbuka dan tirai dari jendela nya pun terbuka. Seseorang pasti masuk dan membukanya untuk membuatku bangun. Itulah yang ia pikirkan saat ini. Kltrang! Sebuah suara panci yang jatuh membuat Ajeng segera menoleh ke arah luar, dan memutuskan untuk segera pergi ke dapur, ke tempat di mana suara gaduh itu berasal. Pandangan Ajeng kini menatap Sam yang tengah membersihkan kekacauan yang baru saja di buat olehnya, menyadari kehadiran sang sepupu, membuatnya menoleh dan tersenyum garing seraya menyapanya dengan hangat, “H… hai, Ajeng … selamat pagi!” “Apa yang sedang kau lakukan??” tanya Ajeng kepadanya. “Membuat sup kentang dan roti gandum.” jawab Sam kepada Ajeng yang k

