Malam yang kala itu membawa hujan yang rintik yang membasahi bumi di beberapa titik wilayah. Joshua lagi-lagi terlelap dan membiarkan Jendela dari kamarnya terbuka, tanpa merasa takut dan merasa was-was. Ia terlelap di dalam tidurnya yang pulas, tanpa mengetahui bahwa mimpi buruk datang lagi. Joshua lagi-lagi tersadar ketika ia tengah berada di dalam ruang hampa yang gelap gulita. Nafas Joshua menderu-deru ketika ia menjadi ragu untuk melangkah di dalam ruangan gelap gulita tersebut, seolah dia tengah melayang di sebuah dimensi gelap yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Kedua pandanganya menoleh menatap ke bawah, dan ia menjadi takut. Takut akan terjatuh ke bawah, karena tak ada apapun di sana selain warna hitam yang pekat yang menyelubungi dirinya saat ini. KLEK! Sebuah suara

