Teng … Teng … Teng … Suara bel dari sebuah sekolah yang ada di desa itu pun berbunyi, membuat Sam dan Ajeng berjalan bersama dengan seorang guru yang baru saja dikenalkan oleh Bu Baety sang kepala sekolah dan juga kebetulan dirinya adalah teman dari Bibi Lu. Dan seorang guru yang berjalan bersama-sama dengan keduanya saat ini adalah Bapak Noel, dia merupakan wali kelas dari kelas tiga, kelas yang akan menjadi kelas dari Ajeng. “Nah, Sam … kelasmu ada di sini, ketuklah pintunya dan perkenalkan dirimu dengan mereka, kau berani kan untuk melakukannya?” tanya Pak Noel kepada Sam yang mengangguk pasti. “Tentu, aku bisa melakukannya!” ucap Sam penuh dengan rasa percaya dirinya, dan itu merupakan hal yang bagus. Karena Sam merasa percaya diri dengan dirinya sendiri. Dan saat itu, giliran

