Siang itu, Sam bersama dengan Ajeng pergi dengan Paman Lu menuju kebun jagung menggunakan traktor milik Paman Lu. Traktor itu cukup tua, namun masih bagus untuk digunakan. Seperti yang diucapkan oleh Paman Lu, traktor itu adalah traktor satu-satunya yang dimiliki oleh Paman Lu yang berada di desa itu. Tak ada satu pun petani yang memiliki traktor selain dari dirinya. Katakan saja, bahwa Paman Lu menjadi seorang petani yang kaya melebihi mereka para petani lainnya, hal itu tentu membuat Ajeng dan Sam takjub mendengarnya. Dan bahkan setiap traktor tersebut melewati orang-orang yang ada di sana, mereka pasti akan menyapa dan memberi hormat sopan kepada Paman Lu. Melihat itu, membuat Sam beranggapan bahwa Paman Lu sangat di segani oleh mereka semua. Namun, pada kenyataanya ketika Sam menol

