Sebuah ruangan putih yang kini hanya tersedia dua buah kursi yang kala itu terletak bersebrangan, bersama dengan sebuah meja yang menghalangi keduanya di sana pun membuat Joshua akhirnya memutuskan untuk terduduk di salah satu kursi yang ada di sana. Tak ada satu pun benda selain tiga itu, dan hal itu membuat Joshua merasa seperti hampa karenanya, ruangan putih tanpa barang-barang yang menjadi dekorasi di sana cukup menganggu dirinya yang penyuka style ini. Tap .. tap .. tap .. Suara langkah kaki di sana membuat Joshua menoleh menatap kedatangan Ema yang kala itu memakai jaket pengikat yang dengan sengaja mengikat kedua tangannya agar tidak mengamuk di sana. Dan ketika pandangan Ema bertemu dengan kedua mata Joshua, dirinya segera menangis di sana dan didudukan di atas kursi sebrang

