Hari itu adalah hari kamis, dan Joshua tidak memiliki satu pun jadwal pemotretan karena pemotretan kemarin di tunda untuk beberapa waktu untuk menghargai mendiang Santino yang baru saja meninggal kemarin. Hal itu membuat Joshua tampak seperti orang yang malas … ia juga merasa bosan, satu hari penuh terlewati dan ia sama sekali tidak pernah beranjak dari atas kasurnya dan memilih untuk rebahan sepanjang hari. Pikirannya tidak pernah untuk tidak memikirkan ucapan Ema ketika di pemakaman Santino saat itu. “siapa … siapa yang dia maksud? Adakah orang yang mengikuti ya??” gumam Joshua kepada dirinya sendiri, dan hal itu membuatnya memutuskan untuk bertanya kepada Ema secara langsung, ia dengan segera meraih handphone miliknya dan kemduian menghubungi Ema dari sana. Tuuutt … tuuuttt … tuut

