Pagi itu, awan hitam menutupi cahaya mentari yang biasanya menyinari bumi di wilayah itu. Nampaknya, hujan akan turun beberapa saat lagi. Itulah yang ada di dalam pikiran Joshua yang kala itu tengah menatap langit pagi lewat jendela apartemennya. “wah … kurasa pemotretan ini akan membosankan” keluh Joshua kepada dirinya sendiri, diliriknya jam dinding yang kini menunjukkan pukul sembilan, namun dirinya belum berangkat menuju lokasi pemotretan karena rasa malas yang mengikatnya untuk tidak segera berangkat di sana. “apakah kau akan membolos hari ini?” sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh Sarah saat itu pun membuat Joshua menoleh menatapnya dan menggelengkan kepala, “tidak … aku ha..- Kata-kata Joshua terputus ketika ia mendengar handphone miliknya berbunyi, dan hal itu membuatnya

