Bab. 33

1809 Kata

Fazhura sejak tadi pagi mengurung diri di kamar. Malas untuk beraktifitas. Kebetulan hari ini tidak ada kuliah. Ega jadi bingung sendiri melihat polah Fazha yang tidak semangat. Apalagi mengamati dari jarak dekat sangat jelas kedua mata Fazhura sembab seperti habis menangis. Terlebih lagi Fazha lebih banyak melamun jika sedang sendiri. "Fazha, lo kenapa sih?" sore ini Ega sudah tidak tahan untuk diam saja. Dia menghampiri Fazhura ke kamar gadis itu. Dilihatnya Fazha berbaring miring dengan pandangan kosong, dan di kedua sudut matanya mengeluarkan air. Fazha hanya menggeleng pelan. Ega mendekat, memeriksa kening Fazha dengan telapak tangannya kalau-kalau temannya itu sedang sakit atau demam. "Fazha, makan dulu ya. Lo dari pagi belum makan sama sekali." lagi-lagi Fazhura hanya menjawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN