Ilham telah menapak kembali di Surabaya setelah berangkat bakda subuh tadi dari apartemen menuju bandara Soekarno-Hatta, dan pesawat yang ia tumpangi melesat tepat jam enam pagi. Sengaja tidak pamit lebih dulu pada Fazhura, dan hanya menitip pada Akbar agar mengawasi dari jauh. Dia tidak ingin melihat luka di mata Fazha, hatinya pasti tidak kuat. Ilham berjanji kalau akan segera menamatkan urusan di sini, dan secepatnya kembali pada Fazha dengan kabar baik yang akan dia bawa. Atas saran Akbar dan wejangan dari Abi Fariz, Ghaly dan juga Ummi Lila, akhirnya Ilham sekeluarga pergi menemui paman Fazha beserta keluarga Harris. Apalagi Harris sebelumnya telah mengirimkan pesan jika nanti dia akan menjelaskan sesuatu pada Ilham dan keluarganya. Diamatinya wajah Paman Fazha, asing karena bar

