Bab. 28

2035 Kata

Langit cerah disertai embusan sepoi angin, sesekali meliukkan jilbab yang membingkai wajah Fazhura. Di bawah sorot pendar bulan yang mulai nampak, wajah gadis itu membias malu-malu. Wajahnya menunduk dalam, tidak berani menatap lawan bicaranya. Apalagi pembahasan yang berlanjut kini telah beralih pada panggilan yang tak sengaja Fazha lontarkan di pesan singkat tadi pagi. Ilham menatap Fazha yang menunduk. Bibirnya menyunggingkan senyum jail. "Panggilan yang baru, kapan mau diresmikan?" Ilham melempar tanya disertai ekspresi jail dari wajahnya. Fazha mengalihkan netranya. Padahal dari tadi sudah bersyukur Ilham tidak membahas tentang ini, tapi tebakannya salah, malah sekarang laki-laki itu langsung menodongnya tentang panggilan baru. "Eh, itu---anu, Ammi. Salah ketik!" sahutnya refle

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN