Bab. 19

1868 Kata

"Ammi, becanda, kan?" napas Fazha tercekat. "Ammi, serius. Sabtu depan Abi sama Ummi ke sini, Ghaly-Illyana juga ikut. Ammi sudah memutuskan mengkhitbah dia. Doain ya, semoga lancar semuanya." Fazha terkejut. Ilham berucap dengan raut kesungguhan. Seketika lontaran kata yang sudah Fazha susun dalam otaknya buyar, meninggalkan cekat dalam bibir. "Oh iya, tadi Fazha mau bilang apa sama Ammi?" tanya Ilham baru teringat kalau Fazhura akan mengatakan sesuatu. Fazha menggeleng lemah, "Nggak ada Ammi. Fazha--cuma, mau bilang makasih buat surprisenya semalam," ucap Fazha. Bohong jika hatinya tidak nyeri mendengar kejutan yang Ilham sampaikan. Padahal sudah meyakinkan hati akan menjawab permintaan Amminya kala itu. "Ammi, boleh Fazha tanya sesuatu?" ucap Fazhura usai menetralkan nyeri yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN