Bab. 20

1687 Kata

Petang menyambang. Bersamaan dengan rasa gamang. Fazhura terdiam. Bibirnya berkedut menahan tangisan. Matanya menerawang. Otaknya memutar kembali rangkaian manis peristiwa lalu bersama Ilham. Sudut hatinya tertawa lirih. Seolah mengolok raut wajah sendunya. Netranya mengiringi tiap jengkal polah kedua induk semang kesayangannya. Ummah Lila dan Ummi Illyana yang sedang bersiap. Kedua perempuan cantik beda generasi itu bergantian menampil di depan cermin kamar Fazha. Riasan tipis telah menempel sempurna pada keduanya. "Fazha, kok belum siap-siap?" rungu Fazha merekam pertanyaan yang dilempar salah satu dari mereka. "Ummi, Ummah. Fazha enggak ikut ya, Fazha di rumah aja." Fazhura merengek tidak mau ikut ke acara lamaran yang akan dilakukan Ilham dan para orangtua ba'da magrib ini. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN