Bab. 21

1713 Kata

Ramai suasana. Akan tetapii senyap dalam hati. Seperti itu yang dirasa Fazhura. Kedua sudut matanya memanas. Sesak meruangi perasaannya. Ingin pergi saja dari sana, tapi itu sangat tidak memungkinkan. Fazhura menepi. Memangkas jarak yang lumayan dari gerombolan Ilham dan rekan-rekannya. Memaku di tempat yang agak jauh. Fazha berharap keberadaannya tidak akan diacuhkan oleh siapa pun. Tetapi sial. Baru beberapa menit berdiri di sudut, tapi sebuah suara menghampiri telinganya. "Fazha..." Lirih panggilan Ilham pura-pura tak didengar olehnya. Fazhura malah mengambil langkah. Ingin menjaga jarak saja dari Ilham untuk saat ini. Ekor mata Fazha pura-pura memperhatikan paper flower yang terpajang rapi di atas tembok sudut ruangan, padahal hatinya sedang tidak fokus. Otak Fazha baru men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN