Farhan melirik ponselnya yang berkerlap-kerlip di atas dashboard mobil. Sebelah tangannya masih sibuk memegang setir saat dia membuka satu pesan masuk dari Faren. Ak pulang agak telat. Ada survey sama Vivi. Tolong jemput Izzy ya... Farhan menghela nafas pasrah. Dengan gerakan cepat dibalasnya pesan itu. Ok. Beres. Hati2 say. I love you :* Menit-menit berlalu. Tak ada balasan. Bahkan Faren tak menjelaskan alasannya pulang telat. Sekali lagi. Farhan memandang layar sentuh ponselnya. Berharap ada pesan masuk. Paling tidak sekadar balasan I love you too. Tapi pesan itu tak didapatnya juga. Farhan masih terus membaca ulang sms balasannya. Memang sih. Pesan yang dikirimnya nggak butuh jawaban. Tapi paling tidak Farhan ingin balasan romantis seperti biasanya. I love you too. Farhan mendes

