Konflik yang terjadi barusan hanya segelintir dari ribuan kata-kata ibu mertua yang selalu menusuk hati. Bahkan sejak pertama menikah dia mulai menunjukkan sikap tidak akrab padaku. Padahal aku telah berjanji bahwa jika aku berhasil meyakinkan Ibuku dan mendapatkan uang, kami akan melakukan resepsi pernikahan yang tidak kalah megah. Namun sepertinya ego dari ibu mertua tidak terpuaskan dengan janji semacam itu. Dia jadi benci dan dendam padaku karena tidak memberikan anaknya mahar dan pernikahan yang pantas. Aku juga tidak menyerahkan sejumlah uang padanya sebagai penembus putrinya Jadi mungkin itulah yang membuat dia semakin kesal saja. Setelah membantu Mila menyuapinya makan dan membersihkan badannya aku kemudian mengajaknya berbincang sebentar. "Aku keluar sebentar ya, kamu istirahat

