Sakit hatiku dengan perlakuan dia yang mengerjaiku, jadi, demi membalas perbuatannya aku mengantar kopi dan croisant itu ke rumahnya. Terserah suaminya mau bilang apa, lebih bagus lagi kalau dia cemburu dan mereka bertengkar. "Assalamualaikum." "Walaikum salam." Mas Fadli yang membukakan pintu untukku melihatku berdiri dengan baju kerja dia tersenyum dan segera mengajakku masuk. "Masya Allah, kamu sudah mulai kerja rupanya." "Iya, Mas, tapi tadi saya mengalami sedikit kendala dari nyonya." "Lho, kenapa?" "Saya sedang sibuk membuat laporan saat beliau meminta saya untuk beli kopi dan roti. Jaraknya cukup jauh dan jalannya sangat macet, jadi saya sampai melewatkan jam makan siang. Ketika tiba di kantor beliau sudah pergi, bagaimana pun saya amat tersinggung dengan cara ini, tapi apal

