87

1048 Kata

Setelah sampai di rumah orang tua Mila bersama dengan dua orang perawat aku mengangkat tubuh istriku dan mengantar dia ke kamarnya. Kamar yang dulu pernah ditempatinya dengan nyaman sebelum ia menjadikanku sebagai suaminya. Wanita itu perlahan di tempat tidurnya lalu kubantu ia berbaring dengan rapi. Saraf kakinya yang masih kaku, membutuhkan sedikit waktu lebih lama jika tungkainya hendak ditekuk atau diluruskan, itupun sangat menyakitkan untuknya. "Aku akan keluar untuk berterima kasih pada sopir ambulans," ucapku kepada Mila. "Iya, Mas, jangan lupa beri uang." "Baik." Usai berterima kasih kepada petugas rumah sakit mengantar mereka ke gerbang aku kembali masuk ke dalam rumah mertuaku. Rumah klasik berlantai satu dengan teras marmer itu kenapa menggetarkan perasaanku dengan sebuah ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN