Lelaki itu terdiam begitu aku menyebut tentang hutang-hutangnya, dia terguncang dengan wajah pucat, bibirnya terus bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu tapi dia urung mengucapkannya. Kini dia terjatuh dalam posisi duduk di kursi ruang tamu, tatapannya lurus ke depan tanpa berkedip sedikit pun, pria itu pucat pasi seakan baru melihat sesuatu yang mengerikan. "Dari semua kata-kataku, apa ada yang sudah kau mengerti?" tanyaku dengan nada rendah Dia diam. "Kenapa kau terus menggangguku dan datang di saat suamiku tidak berada di rumah! apa kau ingin menciptakan fitnah diantara kami?" Dia tak kunjung menjawabku "Apa kau suka jika seseorang melakukan hal yang sama antara kau dan istrimu?!" Sampai saat itu aku masih mengucapkan kata-kata dengan nada suara yang kutahan agar tidak terdenga

